Lab Geoteknik

 
 
  • Mata kuliah ini membahas analisis kestabilan lereng baik sipil & perencanaan, maupun bagi teknik pertambangan. Dalam kajian ini dibahas klasifikasi longsor untuk batuan dan tanah, perhitungan Faktor Keamanan lereng, studi kasus kestabilan lereng, penggunaan perangkat lunak, dan desain lereng stabil.

    Manfaat Mata Kuliah

    Dalam pertambangan dan infrastrukur, lereng dapat merupakan masalah terutama pada lereng yang rawan longsor. Dalam mengantisipasi keruntuhan lereng perlu dilakukan analisis kestabilan lereng agar lereng stabil dapat dirancang-bangun yang kemudian dilaksanakan pula manajemen lingkungan-nya di lereng dan sekitarnya agar kestabilan terpelihara.

    Secara umum, di dalam kajian sumberdaya kewilayahan diperlukan suatu kajian khusus terhadap wilayah yang mempunyai karakteristik tersendiri sesuai kondisi geologi setempat, terutama kajian yang berhubungan dengan aspek kestabilan lereng pada wilayah rawan longsor. Kajian khusus aspek kestabilan lereng dipelajari dalam Analisis Kestabilan Lereng yang merupakan perangkat ilmu untuk mencapai keberhasilan stabilisasi lereng yang kuat dan aman, baik untuk wilayah tambang maupun untuk wilayah secara umum.

    Analsis Kestabilan Lereng ditawarkan untuk membantu dalam pemahaman mengenai aspek kestabilan lereng, perhitungan Faktor Keamanan lereng, simulasi lereng stabil dan desain lereng stabil.
  • Mata kuliah ini membahas geologi teknik dalam posisinya sebagai jembatan antara geologi dengan teknik sipil dan perencanaan, dan teknik pertambangan. Geologi teknik termasuk salah satu kurikulum inti dalam pendidikan geologi (George W. White, University of Illionis, 1980). Geologi Teknik beserta geoteknik merupakan jembatan bagi geologi untuk berhubungan dengan disiplin ilmu lain antara lain teknik sipil dan tambang. Geologi teknik adalah ilmu yang mempelajari atau mengkaji gejala geologi dari aspek kekuatan dan/atau kelemahan geologi untuk keperluan pembangunan infrastruktur atau diterapkan pada tahap desain (tahap pra-konstruksi) dan tahap konstruksi bangunan-bangunan. Ruanglingkup kajian geologi teknik antara lain meliputi kajian terhadap aspek-aspek keteknikan dari manfaat dan masalah beberapa faktor seperti: batuan/tanah, struktur geologi/tektonik maupun geomorfologi.

    TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM :
    Pada akhir perkuliahan, diharapkan mahasiswa akan mendapatkan kompetensi tertingginya dalam mata kuliah geologi teknik. Setelah mengikuti kuliah ini mahasiswa diharapkan akan mampu mengungkapkan dan menganalisis fenomena geologi suatu daerah yang berhubungan dengan kebencanaan geologi sebagai aspek kendala, maupun potensi wilayah setempat sebagai aspek pendukung, guna memberikan masukan bagi pengembangan wilayah pada umumnya, terutama pada tahap pra-konstruksi.
  • Kursus ini membutuhkan Kunci Masuk
    Mata kuliah ini membahas geomekanika dalam posisinya sebagai jembatan antara geologi dengan teknik sipil & perencanaan, dan teknik pertambangan. Dalam kajian geomekanika dibahas klasifikasi geomekanika untuk batuan, pembobotan massa batuan (Rock Mass Rating, RMR), pembobotan massa lereng (Slope Mass rating, SMR), desain lereng stabil, studi kasus untuk terowongan, dayadukung fondasi, dan migas.

    TUJUAN PEMBELAJARAN UMUM (TPU)
    Setelah menyelesaikan Mata Kuliah Geomekanika, mahasiswa dapat membuat perencanaan lereng batuan stabil dan membuat perencanaan terowongan untuk berbagai keperluan infrastruktur. Pada akhir perkuliahan, diharapkan mahasiswa akan mendapatkan kompetensi tertingginya dalam mata kuliah geomekanika.